Selamat Datang di Blog Sandi Wahyu

Informasi tentang apa aja di Semarang dan sekitarnya.





Semoga Blog ini dapat bermanfaat...
Tuhan Yesus memberkati...
GBU...

Kamis, 05 April 2018

Notasi


Tangganada
Tangganada adalah susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada, mulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya.
Contoh : do – do’ , mi – mi’

Interval
Interval adalah jarak antara dua nada yang dinyatakan dengan pembanding.

Nama
Jarak
Contoh
Prim murni
0
do – do
C – C
Sekon besar
1
do – re
C – D
Terts besar
2
do – mi
C – E
Kuart murni
2,5
do – fa
C – F
Kuin murni
3,5
do – sol
C – G
Sekt besar
4,5
do – la
C – A
Septim besar
5,5
do – si
C – B
Oktaf murni
6
do – do’
C – C’

Menentukan kres/mol dengan berdasarkan circle of fifths yaitu ditentukan dengan interval antara sebuah nada dasar dengan nada tingkat kelimanya baik naik (kres) atau turun (mol).

Kres/sharp/#
ü  Menaikkan ½ nada
ü  Tanpa harus merubah nama not
ü  Geser ke kanan
ü  Nama ditambahai “is”

Rumus : Nada ke lima dari depan jadikan nada pertama, nada ke tujuh di jadikan # (kres)
Contoh :
C  D  E F  G  A  B C
1  2  3 4   5  6  7  i

1#
·         Nada ke lima dari C yaitu G jadikan nada pertama => G  A  B C  D  E  F G
·         Nada ke tujuh dari G di beri #  =>  G  A  B C  D  E  F# G
·         Jadilah tangga nada 1# yaitu do=G
2#
·         Nada ke lima dari G yaitu D jadikan nada pertama => D  E  F# G  A  B  C D
·         Nada ke tujuh dari D di beri #  =>  D  E  F# G  A  B  C# D
·         Jadilah tangga nada 2# yaitu do=D

Mol/flat/b
ü  Menurunkan ½ nada
ü  Tanpa harus merubah nama not
ü  Geser ke kiri
ü  Nama ditambahai “es”

Rumus : Nada ke lima dari belakang jadikan nada pertama atau nada ke empat dari depan jadikan nada pertama, nada ke empat di jadikan b (mol)
Contoh :
C  D  E F  G  A  B C
1  2  3 4   5  6  7  i

Contoh:
1b
·         Nada ke empat dari C yaitu F jadikan nada pertama => F  G  A B  C  D  E  F
·         Nada ke ke empat dari F di beri (b)  =>  F  G  A Bb  C  D  E  F
·         Jadilah tangga nada 1b yaitu do=F
2b
·         Nada ke empat dari F yaitu Bb jadikan nada pertama => Bb  C  D  E  F  G  A  Bb
·         Nada ke ke empat dari F di beri (b)  =>  Bb  C  D  Eb  F  G  A  Bb
·         Jadilah tangga nada 2b yaitu do=Bb

Akor/accoord/chord/kunci
Adalah paduan nada, bunyi serempak dari dua nada atau lebih.
C  D  E F  G  A  B C
1  2  3 4   5  6  7  i

Jenisnya antara lain:
1.       Mayor
Rumus: 1 3 5                       =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3 dari C = E
Nada 5 dari C = G
Chord C mayor  (C) = C E G

2.       Mayor 7
Rumus: 1 3 5 7                   =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3 dari C = E
Nada 5 dari C = G
Nada 7 dari C = B
Chord C mayor 7  (CM7) = C E G B

3.       Minor
Rumus: 1 3b 5                     =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3b dari C = Eb
Nada 5 dari C = G
Chord C minor  (Cm) = C Eb G

4.       Minor 7
Rumus: 1 3b 5 7b                =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3b dari C = Eb
Nada 5 dari C = G
Nada 7b dari C = Bb
Chord C minor 7  (Cm7) = C Eb G Bb

5.       Dominant 7
Rumus: 1 3 5 7b                  =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3 dari C = E
Nada 5 dari C = G
Nada 7b dari C = Bb
Chord C dominant 7  (C7) = C E G Bb

6.       Suspended
Rumus: 1 3# 5                     =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3# dari C = E# enharmonis F
Nada 5 dari C = G
Chord C suspended (Csus) = C F G

7.       Augmented
Rumus: 1 3 5#                     =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3 dari C = E
Nada 5# dari C = G#
Chord C augmented  (Caug) = C E G#

8.       Diminished
Rumus: 1 3b 5b 7bb                   =>           Nada 1 dari C = C
Nada 3b dari C = Eb
Nada 5b dari C = Gb
Nada 7bb dari C = Bbb enharmonis A
Chord C diminished  (Cdim) = C Eb Gb A

Enharmonis adalah sebutan untuk dua nada yang sama tingginya, tetapi nama berbeda.
Contoh: C# dan Db , F# dan Gb

Tugas
1.       Buatlah tangganada 1# sampai 5# dan 1b sampai 5b!
2.       Buatlah 8 chord untuk masing-masing tangganada di atas!
Dikumpulkan waktu ulangan!


jadwal ulangan:
Senin 16 April 2018 => 8A
Selasa 17 April 2018 => 8B dan 8C
Rabu 18 April 2018 => 8D dan 8E
Kamis 19 April 2018 => 8F dan 8G

materi ulangan teori vokal grup tradisional dan notasi.

gambar circle of fifths

Rabu, 28 Februari 2018

Vokal Grup Lagu Tradisional


Teknik bernyanyi vokal grup lagu tradisional
Berdasarkan jumlah penyanyi:
›  Duo, vokal grup dengan 2 penyanyi dan 2 suara
›  Trio, vokal grup dengan 3 penyanyi dan 3 suara
›  Kuartet, vokal grup dengan 4 penyanyi
›  Kuintet, vokal grup dengan 5 penyanyi
›  Paduan suara atau kor, vokal grup beranggotakan lebih dari 5 penyanyi

Berdasarkan teknik vokal dalam seni musik modern
›  Akapela, teknik vokal grup tanpa iringan musik. Jadi hanya vokal saja (suara manusia). Kadang dalam teknik akapela, ada pembagian suara penyanyi sebagai vokalis melodis, vokalis ritmis.
Vokalis melodis adalah vokalis yang memainkan melodi lagu, vokalis ritmis adalah vokalis yang memainkan ritme atau irama atau iringan lagu yang dalam sajian biasanya dimainkan dengan instrumen musik.
›  Kanon, adalah teknik bernyanyi vokal grup secara susul menyusul. Teknik ini membuat lagu yang dinyanyikan seperti bersaut-sautan. Hal ini terjadi karena jaringan harmonik yang berbentuk peniruan suatu bagian lagu, yang dinyanyikan bersama dengan bagian lagu yang lain secara susul menyusul.
›  Kor, disebut juga paduan suara. Yaitu teknik vokal grup dengan banyak suara. Biasanya kor dimainkan dengan aransemen empat suara (Sopran-Alto-Tenor-Bass) atau tergantung kebutuhan, dengan dua atau tiga suara saja.

Teknik vokal grup musik tradisional di Indonesia, antara lain:
›  Panembromo, sebutan lain dari kor untuk lagu-lagu tradisional Jawa. Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam bentuk panembromo biasanya diiringi dengan karawitan atau gamelan. Dan bertangga nada pentatonis.
›  Gerong, teknik vokal grup dalam seni karawitan yang mirip dengan kanon. Beberapa penyanyi laki-laki (wiraswara) memberikan sahutan-sahutan tertentu di sela-sela lagu yang dibawakan penyanyi wanita (sinden). Gerong dapat berupa potongan tembang macapat, sindenan (tembang penuh dengan melodi yang berbeda dari lagu utama), alok (sahutan agak panjang, biasanya berupa pantun Jawa), senggakan (sahutan pendek).
›  Gondang, ansambel tradisional Batak (Batak Toba). Dalam pengertian ansambel, gondang terbagi atas dua bagian, yakni gondang sabangunan (gondang bolon) dan gondang hasapi (uning-uningan). Secara umum, fungsi kedua jenis ansambel ini hampir tidak memiliki perbedaan yaitu keduanya digunakan di dalam upacara adat, religi maupun upacara seremonial lainnya.
›  Saman, sebenarnya termasuk seni tari. Kenapa seni ini dibahas dalam seni musik? Karena tari saman diiringi dengan seni vokal atau nyanyian, berbeda dengan tarian lain yang diiringi dengan musik.

Mengenal Ragam Lagu Daerah sesuai dengan Fungsinya
›  Fungsi dan kedudukannya di masyarakat
›  Fungsi lagu dan musik secara umum
›  Fungsi sosial

Fungsi dan Kedudukannya di Masyarakat
›  Sarana Upacara Adat.
›  Pengiring Tari dan Pertunjukan.
›  Media Bermain.
›  Media Penerangan dan Komunikasi.
›  Iringan pertunjukan
›  Fungsi Lagu dan Musik Secara Umum

Fungsi lagu dan musik secara umum
1.       Sebagai sarana terapi kesehatan
›  Ketika mendengarkan musik, gelombang listrik di otak dapat dipercepat atau diperlambat. Efeknya, hormon-hormon, denyut jantung dan tekanan darah dapat bekerja mengikuti irama musik sehingga menimbulkan rasa tenang, santai, dan nyaman.
›  Hasilnya, kinerja sistem tubuh punakan mengalami perubahan yang positif dan dapat meningkatkan kesehatan serta mempercepat pemulihan.
›  Contoh lagu jawa “Dandanggula Kidung”
2.       Sebagai sarana pendidikan / Peningkatan kecerdasan
›  Hasil penelitian mengatakan bahwa musik klasik yang diperdengarkan kepada ibu hamil akan mampu meningkatkan kecerdasan janin dalam kandungannya.
›  Ketika mendengarkan musik klasik, ibu yang sedang hamil tsb akan mengalami perasaan tenang sehingga otak janin mendapat rangsangan untuk belajar sesuai dengan kapasitasnya.
›  Efek ini dikenal dengan efek Mozzart (diambil dari nama komponis klasik Amadeuz Mozzart)
›  Contoh lagu daerah dari Kalimantan Timur “Makarit”
3.       Sebagai sarana refreshing dan rekreasi
›  Musik juga menjadi solusi efektif untuk memperbaiki kondisi kebatinan seseorang.
›  Dalam keadaan duka atau perasaan yang tidak nyaman, musik memberikan energi untuk mengatasi keadaan kita.
›  Dengan mendengarkan musik, pikiran kita menjadi segar kembali dan semangat hidup muncul kembali pula.
›  Contoh lagu “Rasa Sayange” dari Maluku
4.       Sebagai sarana membangkitkan motivasi
›  Perasaan bahagia membangkitkan motivasi.
›  Motivasi yang tinggi akan melahirkan semangat hidup.
›  Pada jaman perjuangan kemerdekaan dulu, para pejuang kita senantiasa menyanyikan lagu-lagu patriotik. Tujuannya untuk menumbuhkan motivasi bertempur mengusir penjajah.
›  Contoh lagu “Indonesia Raya”
›  Tujuannya untuk memotivasi kita agar semakin cinta terhadap tanah air Indonesia.


Identifikasi Ciri-ciri Lagu Etnik Nusantara
›  Jenis lagu nusantara
›  Bahasa yang digunakan dalam lirik lagu
›  Tipe gerak melodi
›  Alat musik yang digunakan dalam penyajian
›  Jenis lagu nusantara

1.       Berdasarkan sifat dan keberadaannya, musik tradisional dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni lagu rakyat dan lagu klasik.
›  Lagu rakyat, diwariskan dari generasi ke generasi dan dari masa ke masa secara lisan dan akhirnya kemudian menjadi keseluruhan milik masyarakat. Ciri-ciri:
  • Sederhana (pendek, tidak terlalu banyak variasi nada dan melodi, menggunakan iringan musik sederhana)
  • Bertema tentang kehidupan dan kegiatan rakyat (pertanian, perburuan, adat-istiadat, kepercayaan)
  • Meriah
  • Bebas (tidak terlalu mengikuti aturan seperti musik klasik)
  • Dipopulerkan secara lisan
›  Lagu klasik, bersumber pada musik tradisional, hanya saja lebih berkembang di pusat-pusat pemerintahan.
Lagu klasik Indonesia paling terkenal adalah lagu-lagu yang diiringi gamelan Jawa, gamelan Sunda, dan gamelan Bali.
Ciri-ciri:
ü  Agung (untuk mengiringi upacara adat, agama, keraton)
ü  Diciptakan komponis (pujangga istana)
ü  Berpola baku (mengikuti aturan notasi, syair, irama, tempo)
ü  Dikembangkan secara tertulis
ü  Bertema tentang sejarah kebesaran kerajaan, kepahlawanan para satria, ajaran hidup, dll)
2.       Bahasa yang digunakan dalam lirik lagu
  • Unsur utama bahasa adalah Kata
  • Bahasa merupakan media pengungkapan pikiran dan rasa
  • Para pencipta lagu menuliskan lirik lagunya dalam bahasa yang dipahami oleh penikmatnya (khususnya daerahnya)
  • Tujuannya agar dapat digunakan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang mewakili kehidupan masyarakatnya
3.       Tipe gerak dan melodi
  • Unsur utama lagu adalah nada
  • Melodi adalah rangkaian nada musik yang tersusun secara sistematis yang memiliki tinggi rendah dan durasi waktu tertentu
  • Melodi dibedakan antara satu dengan yang lain dengan, Tinggi rendah nada, Interval (jangkauan), suatu langkah yang utuh (skala=tangga nada=12345671)

Selasa, 23 Januari 2018

Menggambar Model

Model merupakan sebuah objek yang akan menjadi inspirasi dalam menggambar karya seni. Menggambar merupakan proses pengungkapan gagasan seseorang melalui bahasa gambar. Menggambar model merupakan kegiatan menggambar yang diawali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa benda hidup seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda mati yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh. Gambar model yang akan dipelajari ialah objek alam benda yang biasa disebut gambar bentuk.

Objek gambar alam benda memiliki struktur bentuk dan bidang dasar yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Struktur bidang gambar model (alam benda) dapat berupa bidang datar, melingkar, maupun mengerucut. Struktur bentuk dan bidang tersebut memiliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan memberikan kesan ruang pada model sehingga gambar tampak seperti gambar tiga dimensi.

1.      Menggambar Model Berbagai Bentuk 3 Dimensi
a.       Menggambar model benda Kubistis
Benda kubistis adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai bangun kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, dan sebagainya.
b.      Menggambar model benda Silindris
Benda silindris adalah benda-benda yang bentuknya menyerupai silinder (elips). Misalnya, botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan sebagainya.
c.       Menggambar model Piramid dan Kerucut
Bentuk piramid merupakan bentuk benda yang menyerupai limas. Contohnya adalah piramid di Mesir. Adapun bentuk kerucut merupakan benda dengan bentuk bagian atas lancip, contohnya, kubah dan topi hias.
d.      Bentuk Bola atau Bulat
Bentuk bola atau bulat merupakan bentuk benda yang menyerupai bola yaitu bundar dan bagian dalamnya terkesan berisi (pejal). Benda yang memiliki bentuk seperti ini antara lain bola, semangka, dan globe.
e.       Menggambar model benda Bebas
Benda yang memiliki bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan. Misalnya, buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan lain lainnya.

2.      Prinsip Menggambar Model
a.       Komposisi
Komposisi atau tata susunan merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar.
Bentuk komposisi dapat dilihat pada pola yang disusun seperti berikut:
·         Komposisi Simetris adalah komposisi yang membagi bidang menjadi 2 bagian yang sama persis. Komposisi simetris merupakan penataan objek pada semua bagian disusun sama dengan bentuk yang sama pula, sehingga keseimbangan tercipta dengan sendirinya.
·         Komposisi Asimetris adalah penataan objek pada tiap bagian tidak sama dengan bentuk yang tidak sama pula, tetapi memiliki keseimbangan yang sama.
·         Komposisi Sentral adalah penataan objek secara memusat dengan bagian tengah sebagai porosnya, sehingga keseimbangan dapat tercapai.
b.      Proporsi
Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar. Suatu benda tersusun dari suatu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal.
c.       Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.
d.      Kesatuan (Unity)
Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah.

3.      Unsur-Unsur Menggambar Model
a.       Garis
Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Bermacam bentuk garis, yaitu garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, garis tak beraturan, dan lain-lain. Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, keras.
b.      Bidang
Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik maupun bidang organik. Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.
c.       Bentuk
Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan.
d.      Warna
Ada tiga jenis warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, dapat diperoleh berbagai jenis warna melalui proses pencampuran. Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan,
e.       Tekstur
Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.
f.       Nada Gelap-Terang
Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat.
g.      Ruang
Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner). Kesan ruang tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan perspektif, gelap terang, dan warna.

4.      Alat dan Bahan Menggambar Model
a.       Media Kering
·         Pensil
·         Pengapus
·         Kertas
·         Krayon
·         Spidol
·         Konte
·         Drawing Pen
b.      Media Basah
·         Cat Air
·         Cat Poster
·         Tinta Bak
·         Cat Minyak
·         Ecolin

5.      Cara dan Teknik Menggambar Model
Tahapan tahapan dalam menggambar model alam benda adalah:
·         Pengamatan
·         Sketsa
·         Menentukan Gelap Terang
·         Menentukan Teknik (detail setiap objek, perjelas setiap bagian objek)
·         Sentuhan Akhir

Teknik yang digunakan ialah:
                 i.            Teknik Arsir
Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis garis berulang yang menimbulkan kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi.
               ii.            Teknik Sapuan Basah (aquarel)
Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.
             iii.            Teknik Dussel (Gosok)
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan antara lain pensil, krayon, dan konte.
             iv.            Teknik Siluet (Blok)
Teknik Siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok)
               v.            Teknik Pointilis
Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek.
             vi.            Teknik Linear
Teknik linear merupakan cara menggambar model dengan menggunakan garis sebagai pembentuk gambar. Garis yang digunakan untuk menggambar dapat berupa garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, atau garis lainnya dalam satu kesatuan.

6.      Latihan Menggambar Bentuk
Latihan menggambar bentuk sama dengan menggambar lainnya. Kita dapat memulai latihan menggambar bentuk dengan melakukan latihan-latihan dasar. Latihan dasar biasanya diawali dengan mengamati dan menggambar objek sederhana berupa bentuk-bentuk yang mudah seperti kotak, bulat, silinder dan segitiga. Keberhasilan menggambar bentuk terletak pada kecermatan memindahkan bentuk benda yang dilihat mata ke dalam bidang gambar. Untuk itulah dibutuhkan pemusatan perhatian dan ketelitian pandangan serta kejelian mengatur tata letak di samping penguasaan motorik.

Pustaka
1.    Kemdikbud. 2016. Seni Budaya SMP/MTs Kelas VIII Semester 1 Buku Guru. Jakarta: Kemdikbud RI.
2.    Kemdikbud. 2016. Seni Budaya SMP/MTs Kelas VIII Semester 1 Buku Siswa. Jakarta: Kemdikbud RI.
3.    Margono, Tri Edy dan Abdul Aziz. 2010. Mari Belajar Seni Rupa SMP/MTs Kelas VII, VIII dan IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kemendikbud.
4.    Suhernawan, Rachmat dan Rizal Ardya Nugraha. 2010. Seni Rupa SMP/MTs Kelas VII, VIII dan IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kemendikbud.
5.    Tim Abdi Guru. 2017. Seni Budaya Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga.